Celana Sileuweu

6 Keindahan Pakaian Adat Aceh (Wajib Anda Ketahui)

Provinsi yang mendapat julukan serambi mekah ini memang terkenal memiliki keragaman budaya yang khas. Perpaduan antara budaya melayu dan islam sangat terasa di setiap kesenian daerah yang ditampilkan. Tak hanya itu, pakaian adat Aceh juga kental dengan tradisi tersebut.

Karena sangat menjunjung tinggi ajaran islam, maka model baju daerah yang dikenakan menggunakan potongan panjang. Selain itu dibedakan antara kostum yang dipakai laki-laki dan perempuan. Warga Aceh sering menggunakan pakaian tersebut untuk menghadiri acara resmi.

Celana Sileuweu

Celana Sileuweu

Pada saat prosesi pernikahan berlangsung, sang pria akan mengenakan celana khas dari katun yang dinamakan celana Sileuweu. Warna dari pakaian tersebut adalah hitam yang menyimbolkan kewibawaan.

Tambahan pada celana ini adalah sarung yang terbuat dari songket dengan motif yang unik. Cara memakainya adalah dengan dililitkan dan panjangnya hanya sampai lutut atau 10 cm diatas lutut.

Baju Meukeusah

Jenis baju yang satu ini khusus dipakai oleh pengantin laki-laki. Desainnya tidak berbeda jauh dengan model busana untuk pernikahan. Hanya ada beberapa ciri khas yang melekat dimana menunjukkan budaya Aceh yang terpengaruh dengan tradisi Melayu.

  • Warna baju

Warna yang dipilih untuk membuat baju Meukeusah adalah hitam. Ini melambangkan kebesaran yang dimiliki oleh pemakainya.

  • Motif baju

Salah satu yang menjadi ciri khas pakaian adat ini ada pada hiasan berupa sulaman emas. Motif tersebut semakin mempercantik corak yang ada pada baju pengantin laki-laki.

  • Bentuk kerah

Ada pengaruh budaya cina pada kostum pengantin ini dan terlihat jelas pada bagian kerah. Memang dulu banyak pedagang Cina yang datang ke Aceh sehingga beberapa tradisinya sedikit banyak berpengaruh pada kehidupan warga sekitar.

Baju Kurung

Model pakaian ini merupakan perpaduan antara budaya Aceh dan islam dimana potongannya lebih lurus kebawah agar tidak memperlihatkan lekuk tubuh pemakainya. Beberapa ciri dari baju tradisional ini adalah:

  • dipakai oleh pengantin wanita
  • kerah model cina
  • terdapat ornamen sulaman benang emas
  • panjang baju sampai dibawah lutut
  • warna dominan yang dipakai adalah merah

Celana Cekak Musang

Jika celana pengantin dipakai oleh mempelai wanita maka namanya adalah Cekak Musang. Modelnya mirip dengan yang dikenakan oleh pengantin laki-laki. Pemakaiannya dengan dililitkan pada pinggang hingga mencapai batas lutut.

Model pakaian adat Aceh ini sangat sederhana namun memberikan kesan yang cantik. Perpaduan celana dan hiasan menghasilkan corak busana yang khas. Selain budaya islam, pengaruh Tionghoa juga sangat terasa walaupun hanya sebagian kecil saja.

Patham Doi

Ini adalah nama perhiasan yang dipakai diatas kepala pengantin perempuan. Sesuai dengan adat istiadat yang berlaku,
sebelum dihias sang wanita akan memakai kerudung terlebih dahulu baru ditambahkan hiasan berupa bunga-bunga segar.

Selain itu juga dipakaikan hiasan lainnya seperti anting, gelang, kalung, dan lain-lain. Fungsi dari aksesoris tersebut untuk mempercantik tampilan si pemakainya.

Meukeutop

Pengantin pria juga menggunakan hiasan kepala yang berbentuk kopiah atau yang disebut dengan Meukeutop. Ciri khasnya terletak pada lilitan tengkulok yang terbuat dari tenun sutra. Pada bagian atas, terdapat hiasan berbentuk bintang delapan yang berasal dari emas atau kuningan.

Semua bagian pakaian adat khas Aceh tersebut melambangkan kesatuan yang telah dibina secara bertahun-tahun. Jadi meskipun sudah menghadapi era modernisasi, masyarakat tetap mentaati adat istiadat yang berlaku.

Keenam contoh pakaian adat Aceh yang disebutkan diatas, adalah budaya bangsa yang wajib Anda lestarikan. Kesadaran generasi penerus harus ditingkatkan agar mau merawat kebudayaan yang mencerminkan jati diri bangsa ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *